Selamat Kamu Termasuk Orang yang Dirindukan Surga, Hidup Mulia di Akhirat Oleh Habibi Oktober 27, 2021 Posting Komentar Surga merupakan tempat terindah yang dijanjikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang bertakwa.
Meskitidak termasuk sahabat Nabi, ia merupakan orang saleh yang dirindukan surga dan terkenal di langit. Hal itu disebabkan oleh kisah Uwais Al Qarni, yang sebagian besar hidupnya dijalani untuk berbakti kepada sang ibu yang lumpuh dan buta. Kisah Uwais Al Qarni. Lahir di Yaman pada 594, Uwais Al Qarni berasal dari keturunan sub suku Murad.
Sekitar333 hadits. Sifat surga dan neraka Kitab Hal-hal yang melunakkan hati. neraka yang terakhir kali keluar dan penghuni surga yang terakhir kali masuk, yaitu seseorang yang keluar dari neraka dengan cara merayap, Allah tabarakawata'ala. Sifat pintu surga Kitab Permulaan penciptaan makhluq. shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di surga ada delapan pintu, diantaranya ada yang dinamakan
Entahlah Yang jelas, pada saat itu manusia belum mengenal Gait Recognition (teknologi biometric yang mampu mengidentifikasi manusia dari cara mereka berjalan). Tak ada penjelasan lebih lanjut tentang terompah itu. Mungkin ia tak lebih dari sekedar pemanis kisah belaka. Kisah tentang Bilal Ra yang masuk surga dengan terompahnya.
Maka bersyukurlah bagi mereka yang senantiasa melaksanakan puasa Ramadhan. Kehadiran mereka dirindukan oleh surga. Allah SWT juga telah menyediakan pintu surga bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang berasal dari Sahl ra. Rasulullah SAW bersabda:
Adapelajaran penting dari surat Qaaf (surat yang biasa dibaca Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saat khutbah Jum'at [1]) mengenai sifat-sifat penduduk surga. Ada 4 sifat penduduk surga yang disebutkan dalam surat tersebut sebagai berikut, ููุฃูุฒูููููุชู ุงููุฌููููุฉู ููููู
ูุชููููููู ุบูููุฑู
iZoYwjs. Benarkah Hadis tentang Empat Orang yang Dirindukan Surga? 117 Oleh Siti Ropiah Terkait golongan atau orang yang dirindukan surga telah banyak disampaikan. Terdapat diklaim hadis tentang 4 golongan tersebut. ุงููุฌููููุฉู ู
ูุดูุชูุงููุฉู ุงูููู ุฃูุฑูุจูุนูุฉู ููููุฑู ุชูุง ููู ุงููููุฑูุงูู, ููุญูุงููุธู ุงููููุณูุงูู, ููู
ูุทูุนูู
ู ุงููุฌูููุนูุงูู, ููุตูุง ุฆูู
ู ููู ุดูููุฑู ุฑูู
ูุถูุงูู "Empat orang yang dirindukan surga, pembaca Al Qur'an, orang yang mengekang lisannya, orang yang gemar memberi makan orang lapar dan orang yang berpuasa". Setelah aku melakukan penelitian tentang katanya hadis tersebut pada Maktabah Syamilah kumpulan kitab hadis sebanyak 171 kitab hadis yang pengarang kitab tersebut sekaligus perawi hadis, hingga akurat hadis tersebut, tak kutemukan "hadis" tersebut. Yang berarti kalimat yang diklaim hadis tersebut bukan hadis. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh KH Ahmad Mustafa Yaqub, pakar hadis di Indonesia yang pernah menjabat sebagai imam Masjid Istiqlal. Beliau menyatakan "hadis" di atas adalah maudlu. Kemudian beliau menemukan hadis terkait orang yang dirindukan surga sebagai berikut ๏บ๏ปฅ ๏บ๏ป๏บ ๏ปจ๏บ ๏บ๏บธ๏บ๏บ๏ป ๏บ๏ป๏ปฐ ๏บ๏บญ๏บ๏ป๏บ ๏ป๏ป ๏ปฒ ๏บ๏ปฆ ๏บ๏บ๏ปฒ ๏ป๏บ๏ป๏บ ุ ๏ปญ๏ป๏ปค๏บ๏บญ ๏บ๏ปฆ ๏ปณ๏บ๏บณ๏บฎ ุ ๏ปญ๏บณ๏ป ๏ปค๏บ๏ปฅ ๏บ๏ป๏ป๏บ๏บญ๏บณ๏ปฒุ ๏ปญ ๏บ๏ป๏ปค๏ป๏บช๏บ๏บฉ ๏บ๏ปฆ ๏บ๏ปท๏บณ๏ปฎ๏บฉ ๏บญ๏บฟ๏ปฒ ๏บ๏ป๏ป ๏ปช ุนููู
. "Sesungguhnya surga merindukan 4 orang, Ali bin abi tholib, 'Amar bin yasaar, Salman Alfarisiy dan Miqdad bin aswad". Maktabah Syamilah, Al Mujam Al Kabir lit Thabrani, No. 6045. Berdasarkan paparan di atas, jelas "hadis" pertama dan yang sering disampaikan selama ini, bukanlah hadis. Namun demikian, isi atau materi yang diungkapkan dalam "hadis" palsu tersebut bukan hal yang salah. Empat orang yang disebutkan tersebut yaitu pembaca Alquran, penjaga lisan, pemberi makan dan orang yang berpuasa, tentu dapat menggapai surga dan dirindukan surga. Hanya tidak didasarkan pada hadis palsu di atas, namun didasarkan pada hadis tersendiri terkait Alquran dan keutamaannya. Hadis terkait orang mu'min yang menjaga lisan dan keutamaannya. Hadis terkait orang yang senang memberi makan pada orang lain. Hadis terkait orang yang berpuasa di Bulan Ramadhan dan pahalanya. Terkait hadis tentang orang-orang yang dirindukan surga, insyaallah akan aku bahas pada artikel selanjutnya. Sejatinya Perlu Berhati-hati dalam Menggunakan Hadis Agar Tidak Mendasarkan pada Hadis Palsu Salam Perindu Literasi Pengantin
Inilah Hadis tentang Orang yang Dirindukan Surga 122 Oleh Siti Ropiah Pada artikel yang lalu, sampaikan tentang hadis palsu terkait orang yang dirindukan surga, yaitu ุงููุฌููููุฉู ู
ูุดูุชูุงููุฉู ุงูููู ุฃูุฑูุจูุนูุฉู ููููุฑู ุชูุง ููู ุงููููุฑูุงูู, ููุญูุงููุธู ุงููููุณูุงูู, ููู
ูุทูุนูู
ู ุงููุฌูููุนูุงูู, ููุตูุง ุฆูู
ู ููู ุดูููุฑู ุฑูู
ูุถูุงูู "Empat orang yang dirindukan surga, pembaca Al Qur'an, orang yang mengekang lisannya, orang yang gemar memberi makan orang lapar dan orang yang berpuasa". Telah kupaparkan dalam artikel tanggal 10 Mei 2020 yang beejudul "Benarkan Hadis tentang Empat Orang yang Dirindukan Surga" bahwa aku akan membahas hadis yang benar-benar hadis bukan hadis palsu terkait orang yang dirindukan surga. Sebagaimana diketahui terdapat beberapa orang yang dirindukan surga di antaranya Pertama, pembaca Al Qur'an. Karena banyak sekali keutamaan alquran, di antaranya sebagai syafaat, rahmat dan pahala yang rahmat. Sebagai syafaat, Al Qur'an menolong orang yang membacanya hingga terlepas dari jerat neraka dan memasuki surga. ุนููู ุฃูุจูู ุฃูู
ูุงู
ูุฉู ุงููุจูุงููููููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุงููุฑูุกููุง ุงููููุฑูุขููุ ููุฅูููููู ููุฃูุชูู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู ุดููููุนูุง ููุตูุงุญูุจููู "Bacalah Al-Qurโan. Sebab, ia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik pembaca, pengamal-nya,โ Lihat Maktabah Syamilah, Sahih Muslim, juz. 1, ู
ููู ููุฑูุฃู ุงููููุฑูุขูู ููุงุณูุชูุธูููุฑูููุ ููุฃูุญูููู ุญููุงูููู ููุญูุฑููู
ู ุญูุฑูุงู
ูููุ ุฃูุฏูุฎููููู ุงูููููู ุจููู ุงููุฌููููุฉูุ ููุดููููุนููู ููู ุนูุดูุฑูุฉู ู
ููู ุฃููููู ุจูููุชูููุ ูููููููู
ู ููุฏู ููุฌูุจูุชู ูููู ุงููููุงุฑู. "Barangsiapa yang membaca al-Qurโan dan menampakkannya dengan menghalalkan apa yang dihalalkan al-Qurโan dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah akan masukkan orang tersebut ke dalam surga dan diberi hak untuk memberi syafaโat/pertolongan kepada sepuluh orang karabatnya yang semuanya sudah ditentukan masuk ke dalam neraka". HR. Turmudzi. Lihat Maktabah Syamilah, Sunan At Turmudzi, hlm. 21, Berdasarkan dua hadis di atas, bahwa ketika Alquran berfungsi sebagai syafa'at, maka akan menjadi penolong bagi pembacanya yang akan membawanya pada surga. Bahkan dalam hadis yang kedua, jelas diungkapkan bahwa pembaca Alquran akan dimasukan Allah ke dalam surga. Walau hadis ini berstatus dhaif, namun masih hadis namanya dan dikuatkan dengan hadis pertama. Dalam Al Qur'an terdapat pahala yang banyak bagi pembacanya. Pahala menyebabkan seseorang dapat memasuki surga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW ุนู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ู
ูุณูุนููุฏูุ ููููููู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ู
ููู ููุฑูุฃู ุญูุฑูููุง ู
ููู ููุชูุงุจู ุงูููููู ูููููู ุจููู ุญูุณูููุฉูุ ููุงูุญูุณูููุฉู ุจูุนูุดูุฑู ุฃูู
ูุซูุงููููุงุ ููุง ุฃูููููู ุงูู
ุญูุฑูููุ ูููููููู ุฃููููู ุญูุฑููู ููููุงู
ู ุญูุฑููู ููู
ููู
ู ุญูุฑููู โSiapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah Al-Qurโan, maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lรขm mรฎm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lรขm satu huruf, dan mรฎm satu huruf,โ HR. At-Tirmidzi. Lihat Maktabah Syamilah, Sunan At Turmudzi, Kedua, orang yang menjaga lisannya. Karenanya dia terlepas dari menyakiti orang lain. Sebagaimana sabda Nabi SAW ู
ู ูุถู
ู ูู ู
ุง ุจูู ูุญููู ูู
ุง ุจูู ุฑุฌููู ุฃุถู
ู ูู ุงูุฌูุฉ โBarangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya lisan dan apa yang ada di antara kedua kakinya kemaluan aku akan menjamin baginya surga.โ HR. Bukhari. Lihat Maktabah Syamilah, Sahih Al Bukhari, juz. 8, Ketiga, pemberi makan orang yang lapar. Sebagaimana diungkap dalam hadis Nabi SAW ููุง ุฃููููููุง ุงููููุงุณู ุ ุฃูููุดูููุง ุงูุณููููุงู
ู ุ ููุฃูุทูุนูู
ูููุง ุงูุทููุนูุงู
ู ุ ููุตูููููุง ุงููุฃูุฑูุญูุงู
ู ุ ููุตููููููุง ุจูุงูููููููู ููุงููููุงุณู ููููุงู
ู ุ ุชูุฏูุฎูููููุง ุงููุฌููููุฉู ุจูุณูููุงู
ู . "Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikan makan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan sejahtera.โHR. Ahmad. Lihat Maktabah Syamilah, Musnad Ahmad, Lihat pula Mushanif Ibnu Abi Syaibah, Lihat pula Sunan Ad Darimi, Keempat, orang yang berpuasa ุฅูููู ููู ุงููุฌููููุฉู ุจูุงุจูุง ููููุงูู ูููู ุงูุฑูููููุงูู ุ ููุฏูุฎููู ู
ููููู ุงูุตููุงุฆูู
ูููู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู ุ ูุงู ููุฏูุฎููู ู
ููููู ุฃูุญูุฏู ุบูููุฑูููู
ู ููููุงูู ุฃููููู ุงูุตููุงุฆูู
ูููู ูููููููู
ูููู ุ ูุงู ููุฏูุฎููู ู
ููููู ุฃูุญูุฏู ุบูููุฑูููู
ู ุ ููุฅูุฐูุง ุฏูุฎููููุง ุฃูุบููููู ุ ููููู
ู ููุฏูุฎููู ู
ููููู ุฃูุญูุฏู โSesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut โar rayyanโ. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, โMana orang yang berpuasa.โ Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinyaโ HR. Bukhari. Lihat Maktabah Syamilah, Sahih Al Bukhari, juz. 3, Lihat pula Sahih Muslim, Lihat pula Sahih Ibnu Hibban, hlm. 208, Demikian, hadis terkait orang yang dirindukan surga atau yang ditunggu untuk memasuki surga. Berdasarkan hadis di atas, orang atau golongan yang layak masuk surga tidak hanya empat orang atau golongan. Sejatinya Jangan Salah Menggunakan Hadis dengan Hadis Palsu. Salam Perindu Literasi Gurfati Jannati. Cikarang, 15 Mei 2020. Pukul WIB
โ Masuk ke dalam golongan yang dirindukan surga tentunya menjadi impian bagi setiap Muslim. Di bulan Ramadan ini, ternyata kita memiliki kesempatan yang sangat besar untuk masuk ke dalam golongan tersebut. Baca Juga Lima Golongan yang Akan Masuk Surga Dalam sebuah hadis diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad bersada Aljannatu Musytaqotun Ila Arbaโati Nafarin, Taalil Qurโan, Wa Haafidzii lisan, Wa Muthโmimul Jiiโan Wa Shooimiina Fi Syahri Romadhon. Artinya Surga itu merindukan empat golongan manusia, yaitu orang yang gemar membaca Al-Qurโan, orang yang memelihara lisan dari ucapan keji dan mungkar, orang yang memberi makan kepada orang yang kelaparan, dan orang-orang yang berpuasa di bulan ramadan. HR. Abu Dawud dan Tirmidzi 1. Orang yang senang membaca Al-Qurโan Seperti diketahui, bulan Ramadan ini kita berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Al-Qurโan minimal sekali dalam sebulan. Hal tersebut menjadi sesuatu yang positif karena di bulan Ramadan ini, setiap bacaan kita dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. 2. Orang yang menjaga lisannya Membicarakan orang dan berkata buruk memang tidak membatalkan puasa. Namun, menghilangkan pahala puasa kita. Tentu saja hal tersebut menjadikan puasa kita sia-sia. Oleh sebab itu, pada bulan Ramadan ini, sudah seharusnya lisan kita lebih banyak digunakan untuk berzikir, membaca Al-Qurโan, bershalawat, dan berdoa kepada Allah. Baca Juga Membawa Keluarga kepada Golongan yang Terbaik Memberi Makan 3. Memberi makan kepada orang yang kelaparan Ramadan menjadi momentum untuk memberi makan kepada orang yang kelaparan. Kita bisa menyediakan takjil untuk masjid-masjid atau membagikannya kepada orang yang lewat di jalan raya. Selain itu, kita juga bisa membuat beberapa kotak makanan untuk dibagikan kepada orang yang berbuka puasa. 4. Orang yang berpuasa di bulan Ramadan Di bulan Ramadan, kita diwajibkan untuk berpuasa. Oleh sebab itu, usahakan agar bisa berpuasa satu bulan penuh agar termasuk ke dalam golongan keempat ini. Jagalah kesehatan di bulan Ramadan agar ibadah kita lancar. Salah satu caranya adalah dengan tidak berlebih-lebihan saat berbuka. Selain berpuasa, isi siang hari kita dengan kegiatan yang bernilai ibadah. Sahabat Muslim, semoga kita semua termasuk ke dalam golongan yang dirindukan surga. Mari maksimalkan Ramadan ini dengan berpuasa, membaca Al-Qurโan, berbagi makanan, dan menjaga lisan kita. [Cms]
Jakarta, NU Online Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama LD PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin Gus Aab menyebutkan bahwa ada empat golongan atau orang-orang yang dirindukan oleh surga. Pertama, orang yang membaca Al-Qurโan. Dikatakan Gus Aab, kebanyakan umat Islam memperlakukan Al-Qurโan baru sekadar membacanya. Padahal Al-Qurโan berfungsi sebagai petunjuk jika dibaca lafadznya dengan baik dan benar, serta dipahami makna dan diamalkan isinya. โRasulullah menyebutkan, Al-Qurโan ini adalah hidangan dari Allah maka terimalah hidangan itu semampu kalian. Tegasnya, yang bisa membaca Al-Qurโan bacalah dengan baik dan benar, sesuai dengan kaidah tilawah,โ ungkap Gus Aab dalam tayangan di TVNU, diakses NU Online, pada Kamis 21/4/2022. Ia lantas mengajak umat Islam agar tidak hanya berhenti pada membaca Al-Qurโan tetapi harus ada upaya mengkaji dan memahaminya. Setelah itu, umat Islam juga perlu untuk mengamalkan isi dan kandungan Al-Qurโan. โKarena hanya dengan cara itu, Al-Qurโan benar-benar bisa menjadi hidayah. Al-Qurโan juga bisa menjadi obat apabila kandungan maknanya telah memberikan solusi terhadap problematika kehidupan yang sedang dihadapi,โ katanya. Meski begitu, orang yang hanya membaca Al-Qurโan pun sudah tergolong sebagai orang-orang yang dirindukan surga. Lebih-lebih jika umat Islam juga mampu memahami, mengkaji, dan mengamalkan Al-Qurโan. Kedua, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan adalah satu golongan yang akan dirindukan oleh surga. Namun, Gus Aab menegaskan bahwa puasa Ramadhan yang menjadikan pelakunya sebagai orang yang dirindukan oleh surga bukanlah puasa yang sekadar menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan dengan istri atau suami. โTetapi puasa dengan makna yang lebih dalam, yaitu al-imsak anjamiโil jawarih anidz-dzunubi wal atsam, menghindarkan seluruh anggota tubuh dari dosa dan kemaksiatan kepada Allah,โ terangnya. Solidaritas sosial Puasa Ramadhan yang menahan lapar dan haus itu pun harus menumbuhkan kepekaan dan solidaritas sosial yang tinggi. Kemudian ditindaklanjuti dengan aksi-aksi sosial seperti berbagi dengan kaum dhuafa atau orang-orang yang dalam keadaan kurang baik. Ketiga, orang yang memberi makan kepada orang-orang yang lapar. Namun yang dimaksud bukan hanya soal memberikan makan. Lebih jauh, hal ini bisa dimaknai sebagai upaya melakukan kepekaan sosial untuk berbagi dengan orang lain dan berkenan menyelesaikan problematika yang sedang dihadapi. โKalau yang mereka butuhkan makan, maka berikan makan agar mereka tidak kelaparan. Tapi kalau yang mereka butuhkan sandang dan papan, tentu ini juga harus kita aktualisasikan. Tidak hanya memberikan makan kepada orang yang lapar, tetapi memberikan pakaian kepada orang yang telanjang dan memberikan tempat tinggal kepada orang-orang yang tunawisma,โ ajaknya. Keempat, orang yang menjaga lisan. Gus Aab menjelaskan bahwa lisan memiliki bentuk yang kecil tetapi dapat berakibat yang luar biasa. Lisan yang tidak terjaga bisa menjadikan masyarakat atau umat yang berada pada ketenangan bisa menjadi porak-poranda, karena menebarkan fitnah sehingga dapat menimbulkan pertikaian bahkan peperangan. โLisan yang tidak terkontrol, bisa membinasakan ribuan bahkan jutaan umat manusia, menghancurkan kehidupan dan merusak peradaban. Betapa pentingnya menjaga lisan agar tidak menimbulkan kerusakan dalam kehidupan keumatan,โ tegasnya. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad yang mengatakan bahwa barangsiapa yang beriman kepada Allah maka hendaklah berkata yang baik atau diam. Lebih lanjut, Gus Aab mengutip ungkapan Imam al-Ghazali yang menganalogikan manusia seperti botol. Apabila botol tersebut berisi air maka saat dituangkan akan keluar air. Begitu pula jika di dalamnya berisi kopi, maka yang keluar adalah kopi. Tetapi manakala botol tersebut berisi air maka ketika dituangkan akan keluar air comberan. โDari situlah hati-hati dengan lisan. Karena pepatah mengatakan, perkataan seseorang adalah gambaran dari apa yang ada dalam hatinya, karena lisan hanya dijadikan pertanda untuk menunjukkan jati dirinya. Mudah-mudahan kita semua tergolong dari empat golongan yang selalu dirindukan oleh surganya Allah,โ pungkas Gus Aab. Kunci utama pintu surga Dalam sebuah artikel yang pernah diterbitkan NU Online, disebutkan bahwa terdapat tiga hal yang menjadi kunci utama pintu surga. Pertama, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Hal ini menjadi dasar pertama yang menentukan seseorang bisa masuk ke dalam surga. Tanpa amal batiniah yang disebut tauhid ini semua amal kebaikan manusia tidak ada artinya dalam kaitannya dengan keselamatan di akhirat. Seseorang tidak akan masuk surga karena hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang bersaksi dengan sepenuh keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan satu-satunya. Jadi iman tauhid merupakan fondasi dari semua amal manusia. Kedua, menegakkan shalat. Shalat memiliki pengaruh kuat terhadap amal-amal seseorang di luar shalat. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amal lainnya. Artinya jika shalat dikerjakan dengan baik sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum dan adab yang berlaku, tentulah shalatnya akan diterima oleh Allah. Jika shalatnya buruk, maka seluruh amal lainnya juga buruk. Artinya jika seseorang selalu berperilaku buruk dalam kehidupan sehari-harinya bisa jadi karena shalatnya memang buruk. Kemungkinan lain, seseorang sudah menjalankan shalat tetapi cara melaksanakannya tidak sesuai dengan syarat, rukun, dan adab yang berlaku sehingga shalatnya tidak berpengaruh positif terhadap perilakunya. Adab-adab shalat antara lain adalah tidak menunda-nunda, ikhlas, selalu ingat Allah dan penuh penghayatan atau khusyuk. Ketiga, mencintai fakir miskin. Hal ini menjadi kunci utama masuk surga karena mewakili ibadah sosial dalam ranah akhlak. Al-Qurโan dalam Surat Al-Maโun ayat 1-3 menyebut orang-orang yang tidak peduli terhadap anak yatim dan fakir-miskin sebagai para pendusta agama. Pewarta Aru Lego Triono Editor Musthofa Asrori
Ada empat golongan manusia yang dirindukan surga karena kegiatannya dalam kehidupan di dunia. Antara lain dengan berpuasa Ramadhan, menjadikan seseorang dirindukan surga. Dari bekal puasa itu, telah menuntun manusia menjadi jujur, sabar, takwa, berjalan di jalur kebaikan. Dan jalur kebaikan itulah yang menuju ke surga. KH Syamsul Falah dari Ketanggungan Brebes menjelaskan, mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan tidak hanya dihadiahi berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah saja. Namun Allah juga menjanjikan kepada orang yang berpuasa, terbebas dari panas api neraka. Mereka yang berpuasa dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiraโat, dan khalwat serta ibadah apapun dengan hanya mengharap ridha-Nya. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda โBarangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.โ HR. Bukhari Muslim Kedua, golongan yang dirindukan oleh surga ialah mereka yang senantiasa membaca Al-Qurโan. Al-Qurโan merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi umat manusia. Bahkan begitu besarnya pahala orang yang membaca Al-Qurโan, sehingga setiap huruf yang dibaca Allah akan membalasnya dengan 10 kebaikan. Ketiga, mereka yang selalu menjaga lidahnya. Lidah memang merupakan bagian tubuh yang tidak bertulang akan tetapi ia lebih tajam dari sebilah pedang. Bahkan ada dampak sangat luar biasa yang bisa ditimbulkan oleh lidah, seperti bisa menyebabkan pertengkaran antar suami istri, antarkelompok bahkan antarbangsa. โOrang yang mampu menjaga lidahnya, tidak akan menyakiti orang lain dengan bahasa yang digunakan akan dirindukan surga. Dan keempat, golongan yang dirindukan surga adalah pemberi makan orang yang kelaparan. Allah SWT adalah Dzat Maha Pengasih dan Penyayang yang memberikan balasan atas sekecil apapun amalan kebaikan yang dilakukan oleh umat-Nya.
hadits tentang orang yang dirindukan surga