Marikita lihat beberapa hal di dalam Firman Tuhan yang dapat membantu kita sebagai isteri untuk dapat menjadi lebih baik lagi di hadapan Tuhan: 1. Tunduk Kepada Suami. "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.". MingguBiasa - Pekan Wanita Stola Hijau. Bacaan 1: Yeremia 23 : 1 - 6 Bacaan 2: Efesus 2 : 11 - 22 Bacaan 3: Markus 6 : 30 - 34; 53 - 56 Tema Liturgis: Yesus Kristus Sang Pemimpin Keluarga yang Selalu Menyertai dan Memberkati Tema Pekan Wanita: Hidup dalam Iman dan Hikmat Tema Khotbah: Dengan Keunikannya, Perempuan menjadi Tangan Tuhan dalam Menyatakan Berkat KhotbahKristen Januarit 2014 Waingapu, 26 Januari 2014. Ester . 4 : 1 - 17 Ester dikenal sebagai perempuan nomor satu dalam kerajaan Ahasyweros. Keteguhan percayanya dan keyakinannya yang tangguh dalam menghadapi penderitaan dan kepahitan dalam hidupnya adalah contoh bagi kita. Kita dapat belajar banyak dari seorang Ayub. Juga ke atas hamba hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu" (Yoel 2 : 29) Bacaan: Johannes 16 : 5 - 15; Khotbah: Kisah Para Rasul 2 : 1 - 8 bagi GerejaNya untuk menjadi saksi yang tangguh, dan ini yang dibuktikan oleh Para Rasul dalam pertumbuhan Gereja Mula-mula, dan yang diteruskan oleh pengikut Perempuanatau istri bijaksana selalu memiliki hati yang tunduk kepada otoritas Tuhan. Perempuan atau istri yang bijaksana senantiasa memiliki hati yang takut akan Tuhan. Sifat tersebut ditanda-buktikan dengan selalu berkata jujur, bersikap jujur dan berbuat jujur dalam hidupnya. MingguBiasa | Pekan Wanita Stola Hijau. Bacaan 1: Kejadian 18 : 1 - 10a Bacaan 2: Kolose 1 : 15 - 29 Bacaan 3: Lukas 10 : 38 - 42 Tema Liturgis: Keluarga yang Ikut Serta dalam Karya Allah Tema Khotbah: Wanita Memancarkan Keindahan di Tengah Musim Gugur Keluarga Penjelasan Teks Bacaan: (Tidak perlu dibaca di mimbar, cukup dibaca saat mempersiapkan khotbah) ZScoEUV. Lori Official Writer 7906 Efesus 6 13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 112; Lukas 24; Hakim-Hakim 11-12 Wanita manapun akan rentan jadi wanita korban luka hati dan perasaan. Bisa karena ucapan orang lain, perlakuan tidak adil dalam hubungan, tertekan karena gak punya kesempatan menggapai mimpinya dan lain sebagainya. Kamu mungkin pernah mengalaminya di masa lalu. Tapi hari ini, jangan mau hidup lagi sebagai korban. Sebagai wanita kamu harus tahu, Alkitab menyampaikan bahwa kita adalah para pengikut Kristus. Perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, tapi melawan pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu dunia yang gelap dan melawan roh-roh jahat di udara Efesus 6 12. Ayat inilah yang mengingatkan aku supaya setiap wanita Tuhan harus menjadi pejuang, bukan menjadi sosok yang ketakutan dan hidup sebagai korban perasaan dan luka hati. Alkitab mengingatkan kita dalam Efesus 6 10-11 supaya jadi kuat di dalam Tuhan dan dalam kuasa-Nya yang perkasa’ dan untuk mengenakan perlengkapan senjata Allah supaya kita dimampukan untuk melawan siasat si iblis’. Alkitab bahkan menyampaikan dengan jelas tentang bagaimana kita mengenakan masing-masing perlengkapan senjata iman sesuai dengan fungsinya. “…dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat…” Efesus 6 16 Aku mulai berpikir, berapa banyak dari wanita-wanita Tuhan yang jatuh dalam jerat si iblis karena percaya dengan kebohongannya? Kadang kala dia akan membisikkan dalam hatimu seperti kalimat-kalimat ini Gak ada yang benar-benar mengasihimu. Kamu adalah seorang ibu yang menyedihkan. Suamimu tidak benar-benar mencintaimu, dia tak lagi menganggapmu. Kamu bilang kamu anak Tuhan? Tapi tindakanmu tidak! Kamu patut malu dengan masa lalumu. Semua orang tahu kalau kamu pura-pura. Akui saja! Kamu gak akan pernah bisa menjalani hidup yang bermakna dan penuh tujuan, jadi jangan tak perlu berharap! Semua kata-kata ini adalah kebohongan si iblis yang berusaha dilemparkan ke kita, menusuk pikiran kita dan membuat kita ragu akan diri kita sendiri. Si iblis mencoba meyakinkan kita kalau firman Tuhan adalah kebohongan dan setiap perkataan mereka benar. Tapi Alkitab mengingatkan kita untuk mengenakan perlengkapan senjata Allah sebagai pertahanan atas kebohongan, tuduhan dan siasat. Saat kita mengenakan perlengkapan senjata Allah, kita membungkus diri kita dalam karakter Kristus dan kita tinggal di dalam Dia. Kita harus mengencangkan sabuk kebenaran di pinggang kita. Karena itu melambangkan kebenaran di dalam Yesus Yohanes 14 6. Apa fungsi perlengkapan senjata Allah? Kita harus mengenakan baju zirah keadilan untuk menutupi hati kita dengan kebenaran Kristus Yeremia 23 6. Kita harus mengenakan perisai iman untuk memadamkan anak panah si iblis Mazmur 84 11. Kita harus memakai ketopong keselamatan untuk menjaga kepala dan pikiran kita di dalam Kristus. Kita harus memakai pedang Roh yaitu firman Tuhan Yohanes 1 14. Waktu si iblis mulai membisikkan kata-kata negatif tentang dirimu, jangan segan-segan untuk menyerangnya. Jangan jadi korban dan akhirnya dimangsa oleh kebohongannya. Sebaliknya, jadilah wanita pejuang. Percayalah dengan kebenaran firman Tuhan yang berkata tentang siapa kamu dan kuasa Tuhan di dalam dirimu. Berdirilah teguh dalam kebenaran. Cara termudah untuk menghadapi tuduhan dan serangan adalah memuji Tuhan dan berdoa. Jadilah seperti Ratu Ester yang tak mau menyerah dengan siasat jahat yang dia dengar. Dia adalah srikandi iman Tuhan. Hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, biarlah renungan ini semakin menguatkan para wanita di negeri ini bahwa kamu adalah sosok yang berharga dan berkenan dihadapan Tuhan. Teruslah berjuang dan jangan pernah jadi korban atas kondisi yang kamu alami. Hak cipta Cindi McMenamin, disadur dari Kamu diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini. Yuk bergabung jadi mitra hari ini. DAFTAR DI SINI Khotbah Kristen tentang wanita jaman now ini adalah khotbah yang bertujuan untuk membahas peran, tantangan, dan potensi wanita di era saat ini mengambil dasar dari ajaran Injil dan mengajak jemaat untuk memahami pandangan Kristus terhadap wanita serta mempraktikkan nilai-nilai yang dipegang oleh Yesus, yaitu kasih, hormat, dan ini perlu disampaikan karena di era saat ini, masih terdapat stigma dan diskriminasi yang dialami oleh wanita dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, hak-hak reproduksi, dan lain ini bertujuan untuk memberikan inspirasi dan dorongan bagi wanita untuk mengatasi segala tantangan yang dihadapi dan meraih potensi mereka secara penuh, serta untuk mengajak seluruh jemaat untuk memperjuangkan hak dan martabat setiap khotbah ini dapat membantu jemaat untuk memahami dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh wanita di era saat ini adalah khotbah kristen tentang wanita jaman nowSaudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, hari ini, saya ingin berbicara tentang wanita jaman sekarang atau biasa kita dengan wanita jaman hidup di dunia yang terus berkembang dan berubah, termasuk dalam peran dan posisi wanita dalam masyarakat. Ada banyak sekali perubahan dan tantangan yang dihadapi oleh wanita jaman now, dan sebagai orang Kristen, kita perlu memahami dan merespon hal ini dengan cara yang sesuai dengan kehendak mengakui bahwa wanita jaman now memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat. Wanita bukan lagi hanya sebagai penjaga rumah tangga atau pengasuh anak, tapi juga bisa menjadi pemimpin bisnis, politik, dan sosial. Namun, dengan kebebasan dan kesempatan ini, seringkali wanita jaman now juga dihadapkan pada tekanan dan harapan yang sangat tinggi. Mereka harus menunjukkan keberhasilan dan prestasi, dan seringkali dilihat dari segi fisik dan sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa keberhasilan dan kebahagiaan sejati tidak hanya terletak pada pencapaian dan penampilan luar, melainkan pada hubungan kita dengan Tuhan. Sebagai wanita Kristen, kita dipanggil untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah, dan menjadi teladan bagi orang lain dalam hidup kita wanita Kristen, kita harus mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan melalui doa, membaca Firman Tuhan, dan beribadah bersama dengan komunitas gereja. Ini akan membantu kita tetap teguh dalam iman dan menghindari godaan untuk memprioritaskan kesuksesan atau penampilan itu, sebagai wanita Kristen, kita juga harus memperhatikan keseimbangan dalam hidup. Jangan terlalu fokus pada karir atau kesibukan lainnya sehingga kita lupa untuk merawat hubungan dengan keluarga dan orang yang kita sayangi. Sebaliknya, jangan juga terlalu fokus pada kehidupan rumah tangga atau keluarga sehingga kita lupa untuk mengembangkan diri dan potensi kita sebagai yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, melalui khotbah ini kita dipanggil untuk saling mendukung dan membangun satu sama lain. Kita harus menghindari sikap iri atau saling membandingkan satu sama lain, tapi saling memberi dukungan, mendorong, dan memperjuangkan hak-hak dan martabat setiap wanita, terlepas dari latar belakang atau kondisi kita berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan, hikmat, dan kasih-Nya bagi kita semua, termasuk wanita jaman now, sehingga kita dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya dan menjadi berkat bagi dunia di sekitar kita. kami bersyukur atas rahmat dan kasih-Mu yang tak terhingga kepada kami, termasuk kepada para wanita yang ada di tengah-tengah memohon agar Engkau memberikan kekuatan dan kebijaksanaan kepada semua wanita di dunia ini, terutama bagi mereka yang menghadapi tekanan dan tantangan yang besar di jaman sekarang. Bimbinglah mereka untuk mengembangkan hubungan yang lebih dalam dengan-Mu dan untuk hidup sesuai dengan juga memohon agar Engkau menguatkan hubungan keluarga dan persahabatan yang erat di antara semua wanita dan orang-orang terkasih di sekitar mereka. Berikanlah kami semua kasih dan pengertian yang diperlukan untuk saling mendukung dan membangun satu sama memohon agar Engkau menghilangkan segala sikap iri dan membandingkan diri di antara kami, dan memberikan kemurahan hati untuk mendorong dan memperjuangkan hak-hak dan martabat setiap berkatilah semua wanita di dunia ini, baik dalam peran tradisional mereka maupun dalam peran baru yang muncul di jaman sekarang. Jadilah sumber kekuatan dan penghiburan bagi mereka yang menderita dan jadilah sumber inspirasi bagi mereka yang ingin memperjuangkan keadilan dan nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. Ciri perempuan yang bijaksana ~ Landasan firman Tuhan dari tema tersebut saya ambil dari kitab Amsal 141-2 "Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri. Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia". Perempuan atau istri merupakan suatu kebahagiaan bagi seisi rumah ketika ia tampil sebagai pribadi yang bijaksana. Karakter semacam itulah yang sangat disukai oleh setiap suami dari istrinya. Itulah yang dikemukakan oleh penulis Amsal di atas bahwa ada perbedaan mendasar antara perempuan atau istri yang bijaksana dengan perempuan atau istri yang tidak bijaksana. Pertanyaan penting yang harus diajukan ialah "Apa saja ciri perempuan yang bijaksana itu?" Berdasarkan firman Tuhan di atas, maka ada beberapa ciri dari seorang perempuan atau istri yang bijaksana, yaitu 1. Ia membangun rumahnya dengan penuh tanggung jawab. Penulis kitab Amsal terkait dengan membangun rumahnya dengan penuh tanggung jawab, menulis demikian "Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri" - Amsal 141. Perempuan atau istri yang bijaksana selalu berusaha untuk terus-menerus membangun rumahnya dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak akan membiarkan rumahnya tidak diurus. Ia akan terus melakukan yang terbaik bagi rumah dan semua isi di dalamnya. Ia merawat rumahnya dengan cinta kasih yang tulus dan murni. Ia menghargai semua yang berharga di dalam rumahnya. Ia terus berkarya demi memajukan kesejahteraan seisi rumahnya. Ia berjuang sedemikian ruap supaya kebahagiaan bisa tercipta di dalam rumahnya. Ia tidak membiarkan segala sesuatu yang berusaha merusak rumahnya. Ia sigap mencegah segala sesuatu yang berpotensi menghnacurkan dan merampas keutuhan dan kebahagiaan seisi rumahnya. Itulah karakter seorang perempuan atau istri yang bijaksana. Setiap problema dalam rumahnya dikelola dengan baik dan benar. Beda dengan perempuan atau istri yang tidak bijaksana. Ia menjadi sumber petaka bagi seisi rumah. Ia menjadi sumber konflik bagi seisi rumah. Ia menjadi perusak kebahagiaan dalam rumahnya. Itulah makna yang terkandung di dalam pernyataan penulis kitab Amsal yaitu bahwa perempuan atau istri yang tidak bijaksana meruntuhkan rumahnya dengan tangannya sendiri. 2. Ia membangun rumahnya dengan takut akan Tuhan. Penulis kitab Amsal terkait dengan membangun rumahnya dengan takut akan Tuhan, menulis demikian "Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia" - Amsal 142. Perempuan atau istri bijaksana selalu memiliki hati yang tunduk kepada otoritas Tuhan. Perempuan atau istri yang bijaksana senantiasa memiliki hati yang takut akan Tuhan. Sifat tersebut ditanda-buktikan dengan selalu berkata jujur, bersikap jujur dan berbuat jujur dalam hidupnya. Perempuan atau istri dengan karakteristik semacam itu, pastilah akan membuat rumahnya menjadi kuat dan tangguh. Tidak ada kecurangan yang dilakukan. Ia tidak akan membuat sesuatu yang dapat merugikan diri dan juga sesamanya. Beda dengan perempuan atau istri yang tidak bijaksana. Ia serampangan dalam hidupnya. Ia angkuh dan tidak tunduk kepada otoritas Tuhan. Ia tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan. Hal itu ditandabuktikan dengan perilaku amoral, ketidakjujuran dan perbuatan jahat lainnya. Itulah makna yang terkandung di dalam pernyataan penulis Amsal, yaitu "...ia menghina Dia Tuhan". Berbahagialah suami yang memiliki istri yang bijaksana dalam mengelola aktivitas dalam rumahnya. Istri yang bijaksana di tandai dengan pertama, ia membangun rumahnya dengan penuh tanggung jawab; kedua, ia membangun rumahnya dengan takut akan Tuhan. Itulah sebabnya, Tuhan membuat rumahnya menjadi kokoh dan tangguh. Amin Memiliki Hati yang Teguh dan Tangguh Bacaan ayat; Yesaya 263 TB Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Oleh Pdt Feri Nugroho Pdt Feri Nugroho Instagram ferinugroho77 Teguh artinya kuat berpegang pada janji ataupun perkataan; tetap tidak berubah dalam pendirian atau iman; hidup dalam kesetiaan. Berpedoman pada pengertian tersebut, dapat kita bayangkan bahwa orang yang teguh adalah orang yang memiliki kepribadian yang tangguh. Ia tidak mudah goyah dalam berkomitmen. Perlu dasar yang kuat untuk mampu mempengaruhi pendiriannya. Ia tidak gampang terpengaruh dengan banyak berita dan pembicaraan, sebelum menguji apakah yang dia dengar adalah sebuah kebenaran atau sekedar penilaian subyektif semata. Jika kata teguh dikaitkan dengan hati maka kita akan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Keteguhan bukan hanya menyentuh ranah intelektual semata, namun terhubung dengan perasaan yang melahirkan sikap yang kokoh dalam segala sesuatu. Ia adalah pribadi yang tahan terhadap kritikan, tidak merajuk untuk memaksakan kehendak, atau cengeng dalam rengekan. Jika perlu adu argumen maka akan dilakukannya dan tahu kapan harus berhenti untuk berdebat. Baca juga Renungan Harian Kristen - Berproses Menjadi Dewasa dalam Pergumulan Kehidupan itu dinamis. Apa yang kita yakini sebagai kebenaran bertahun-tahun, ternyata dapat runtuh saat ditemukan fakta baru yang tidak bisa disanggah. Beberapa melindungi diri dengan tidak mau tahu dengan dunia luar. Menutup diri dari berbagai informasi dianggap sebagai perisai yang kokoh. Menjadi keluarga yang tangguh ~ Landasan firman Tuhan untuk tema menjadi keluarga yang tangguh diambil dari Yosua 2415. Penulis kitab Yosua menulis “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN”. Ada suatu pernyataan yang menyatakan bahwa “Keluarga adalah harta yang paling berharga”. Benarkah pernyataan tersebut jika dikaitkan dengan kondisi riil hidup berkeluarga di sepanjang tahun 2019 yang telah kita lewati? Apakah pernyataan tersebut masih relevan dalam arak-arakan hidup berkeluarga di tahun 2020 ini? Pernyataan Yosua di dalam bacaan Alkitab hari ini merupakan salah satu pernyataan terpenting di dalam Perjanjian Lama. Ia berbicara kepada kaum Israel yang dipimpinnya. Itu adalah kata-kata yang keluar dari hati dan mulut seorang yang bersungguh-sungguh dengan tugas kepemimpinannya. Pernyataan itu juga merupakan kata-kata yang keluar dari hati dan mulut seorang suami, seorang ayah, seorang pemimpin dalam keluarga. Yosua mendedikasikan hidup spiritualnya untuk diri dan keluarganya. Kalimat tanya “Bagaimana supaya keluarga bisa tangguh di tahun 2020 ini?”. Kalimat peralihan Berdasarkan kebenaran firman Tuhan, maka ada beberapa hal yang menjamin bahwa keluarga bisa tangguh di tahun 2020 ini, yaitu 1. Orangtua mempunyai tugas pelayanan terhadap keluarga – Ulangan 62-7 dan Efesus 64 a. Pelayan spiritual – Ulangan 67 “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun” – Ulangan 67 Kita bukan saja makhluk jasmani, tetapi juga makhluk rohani karena kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Itu sebabnya kita bisa berelasi dengan Allah dan Allah dapat berelasi dengan kita. Relasi yang terjadi di alam roh dapat terealisasi di alam nyata. Sebagai pelayan spiritual, orangtua suami-istri, ayah-ibu berperan sebagai IMAM dalam keluarga. Jelaskan tugas IMAM Sebagai pelayan spiritual, orangtua suami-istri, ayah-ibu berperan sebagai GEMBALA dalam keluarga. Jelaskan tugas GEMBALA – Mazmur 23 b. Pelayan yang menjadi teladan – Efesus 64 “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” – Efesus 64. Krisis keteladanan Krisis integritas Kita harus menjadi pelaku utama dari apa yang kita ajarkan Maka anak-anak kita, generasi milenial dapat mengikuti teladan dan integritas kita. c. Upah bagi para orangtua – Mazmur 1275; Amsal 2917 Kita berbahagia dan tidak mendapat malu karena telah melaksanakan tugas kita sebagai pelayan spiritual dengan baik dan benar – “Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang” – Mazmur 1275. Kita mengalami ketentraman dan sukacita karena kita memperagakan kehidupan yang menjadi teladan bagi anak-anak kita generasi milenial – “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu” – Amsal 2917 2. Generasi milenial mempunyai tugas pelayanan terhadap keluarga – Efesus 61-3 a. Melayani orangtua dalam ketaatan – Efesus 61 “Hai anak-anak, TAATILAH orang tuamu di dalam Tuhan, karena HARUSLAH demikian”. b. Melayani orangtua dalam rasa hormat – Efesus 62 “HORMATILAH ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu PERINTAH YANG PENTING,...”. c. Upah bagi yang melayani orangtua dalam ketaatan dan rasa hormat – Efesus 63 “Supaya kamu BERBAHAGIA dan PANJANG UMURMU di bumi”. 3. Orangtua dan generasi milenial mempunyai tugas pelayanan terhadap gereja dan dunia – 1 Petrus 410 dan Matius 513-16 a. Melayani secara internal sesuai karunia yang dimiliki – 1 Petrus 410 – “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah”. b. Melayani secara eksternal sebagai garam dan terang dunia – Matius 513-16 – “13 Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” c. Upah bagi orangtua dan generasi milenial yang melayani gereja dan dunia – 1 Korintus 1558 dan Kolose 323-24 Jerih payah tidak akan sia-sia – “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” – 1 Korintus 1558. Semua investasi dan benih yang kita tabur apapun bentuknya, pasti kita akan menuai di sepanjang tahun 2020 dan bahkan sampai kekekalan kita akan menerimanya. Menerima upah dari Tuhan – “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang DITENTUKAN bagimu sebagai UPAH. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya” – Kolose 323-24. Kristus adalah TUAN kita yang sangat baik. Karenanya pasti ada apresiasi, pasti ada penghargaan dan pasti ada reward serta pasti ada kejutan-kejuta spesial yang Dia berikan bagi kita di sepanjang tahun 2020. Ketika orangtua dan generasi milenial melaksanakan tugas pelayanannya secara baik dan benar di rumah pastilah keluarga akan bahagia dan diberkati oleh Tuhan. Selanjutnya pada saat orangtua dan generasi milenial melaksanakan tugas pelayanannya secara baik dan benar di gereja, pastilah gereja akan bertumbuh dan menjadi berkat bagi dunia. Amin

khotbah kristen wanita yang tangguh